Deprecated: version_compare(): Passing null to parameter #2 ($version2) of type string is deprecated in /home/vallenca/indosuplai.com/wp-content/plugins/elementor/core/upgrade/manager.php on line 62

Deprecated: Return type of Elementor\Core\Utils\Collection::offsetExists($key) should either be compatible with ArrayAccess::offsetExists(mixed $offset): bool, or the #[\ReturnTypeWillChange] attribute should be used to temporarily suppress the notice in /home/vallenca/indosuplai.com/wp-content/plugins/elementor/core/utils/collection.php on line 404

Deprecated: Return type of Elementor\Core\Utils\Collection::offsetGet($key) should either be compatible with ArrayAccess::offsetGet(mixed $offset): mixed, or the #[\ReturnTypeWillChange] attribute should be used to temporarily suppress the notice in /home/vallenca/indosuplai.com/wp-content/plugins/elementor/core/utils/collection.php on line 413

Deprecated: Return type of Elementor\Core\Utils\Collection::offsetSet($key, $value) should either be compatible with ArrayAccess::offsetSet(mixed $offset, mixed $value): void, or the #[\ReturnTypeWillChange] attribute should be used to temporarily suppress the notice in /home/vallenca/indosuplai.com/wp-content/plugins/elementor/core/utils/collection.php on line 421

Deprecated: Return type of Elementor\Core\Utils\Collection::offsetUnset($key) should either be compatible with ArrayAccess::offsetUnset(mixed $offset): void, or the #[\ReturnTypeWillChange] attribute should be used to temporarily suppress the notice in /home/vallenca/indosuplai.com/wp-content/plugins/elementor/core/utils/collection.php on line 432

Deprecated: Return type of Elementor\Core\Utils\Collection::count() should either be compatible with Countable::count(): int, or the #[\ReturnTypeWillChange] attribute should be used to temporarily suppress the notice in /home/vallenca/indosuplai.com/wp-content/plugins/elementor/core/utils/collection.php on line 446

Deprecated: Return type of Elementor\Core\Utils\Collection::getIterator() should either be compatible with IteratorAggregate::getIterator(): Traversable, or the #[\ReturnTypeWillChange] attribute should be used to temporarily suppress the notice in /home/vallenca/indosuplai.com/wp-content/plugins/elementor/core/utils/collection.php on line 439

Deprecated: version_compare(): Passing null to parameter #2 ($version2) of type string is deprecated in /home/vallenca/indosuplai.com/wp-content/plugins/elementor/core/upgrade/manager.php on line 62

Deprecated: version_compare(): Passing null to parameter #2 ($version2) of type string is deprecated in /home/vallenca/indosuplai.com/wp-content/plugins/elementor/core/upgrade/manager.php on line 62
jenis rumput liar pakan ternak Archives - Supplier Produk Indonesia

Berikut ini Jenis Rumput Untuk Pakan Ternak Terbaik Bagi Kambing, Sapi, Kerbau, dll

Indosuplai.com-

Pakan hijauan adalah pakan utama bagi ternak ruminansia seperti sapi, kerbau, domba dan lainnya yang terdiri dari rerumputan, kacang-kacangan dan dedaunan. Pakan hijauan juga berasal dari limbah pertanian seperti jerami padi, daun jagung, pucuk tebu dan lainnya.

Kebutuhan hijauan akan semakin banyak sesuai dengan bertambahnya jumlah populasi sapi yang dimiliki. Kendala utama penyediaan hijauan pakan untuk ternak adalah ketersediaan yang tidak tetap sepanjang tahun. Pada saat musim penghujan produksi hijauan pakan ternak akan melimpah, sebaliknya saat musim kemarau tingkat produksinya akan rendah bahkan tidak berproduksi sama sekali. Salah satu pakan hijauan ternak yang paling mudah ditemukan adalah rumput yang biasanya berasal dari rumput liar di pinggir jalan maupun sungai, hutan bahkan  yang banyak tumbuh di perkebunan.

Sumber : indosuplai.com

Rumput merupakan kebutuhan pakan hijauan pada ternak ruminansia seperti sapi, kambing, kerbau, dan domba.

Ada berbagai jenis rumput yang bisa diberikan sebagai pakan ternak. Hanya saja, sebagai peternak yang baik kamu membutuhkan rumput yang memiliki kandungan gizi yang baik. Pakan merupakan kumpulan dari berbagai bahan pakan yang sangat berguna bagi ternak. Selain untuk memenuhi kebutuhan energi, pakan juga berguna untuk meningkatkan kualitas produksi, seperti daging dan susu.

Jenis-Jenis Rumput Pakan Ternak

1.Rumput Gajah

Rumput gajah atau sering di sebut(Pennisetum purpureum)adalah salah satu jenis rumput tahunan beraasal dari afrika yang bisa tumbuh tinggi dan tegak. Rumput ini mempunyai perakaran yang dalam serta menyebar sehingga bisa menahan erosi dan berkembang dengan rhizoma untuk membentuk rumpun.Rumput ini bisa memliki hasil yang baik jika dengan cara menanam rumput gajah yang benar.

Rumput Gajah Pakan ternak

Sumber : indosuplai.com

Rumput gajah memiliki kandungan protein kasar  yaitu sekitar 10% dan serat kasarnya sekitar 31%. Kandungan protein ini akan menurun seiring bertambahnya umur, ini dikarenakan semakin tua tanaman maka rasio daun lebih kecil daripada batang.

Menanam rumput gajah sama halnya dengan menanam jenis rumput untuk pakan ternak lainnya. Rumput gajah dapat tumbuh di berbagai jenis tanah sehingga tidak akan berkompetisi dengan tanaman pangan. Perkembangan secara vegetatif dapat dilakukan dengan membagi rumpun akar dan bonggol atau dengan stek batang.

Rumput gajah dapat dipanen umur 60 hari. Pemotongan rumput yaitu pendeknya sejajar dengan tanah.

Peternak sering sekali menggunakan rumput gajah ini sebagai tanaman pakan ternak mereka karena memang dari segi hasil panennya dibandingkan dengan luas lahan yang di gunakan lebih banyak daripada jenis rumput lainnya.

Umur panen yang relatif cepat juga merupakan salah satu kelebihan yang dimiliki oleh rumput ini.

  • Tumbuhnya tegak keatas
  • Merumpun lebat
  • Tinggi tanaman mencapai 4 meter
  • Berbatang tebal dank eras
  • Daun panjang
  • Bunga seperti es lilin

2.Rumput Benggala (Panicum maximum)

Tingginya dapat mencapai 1 hingga 1,7 m dengan daun lebih halus daripada rumput gajah, lidah daun berbuku dan memiliki banyak anakan. Bunga berwarna hijau atau kekuningan dengan akar serabut. Jenis rumput ini berfungsi untuk penutup tanah dan tentu saja pakan ternak.

benggala

Sumber : indosuplai.com

Kandungan nutrien yang terdapat dalam rumput ini yaitu protein kasar sekitar 8%, dan serat kasar 27%. Hasil panen rumput benggala yaitu 100-150 ton/ha/tahun. Trus bagaimana dengan budidaya rumput ini?

Ada tiga cara budidaya rumput benggala, yaitu dengan teknik semai benih, penanaman benih di lahan, dan dengan sobekan rumpun/pols.

Pemotongan rumput ini sebaiknya diatur sekitar 5-10 cm diatas permukaan tanah. Umur panen pertama sekitar 60-90 hari. Ketika musim hujan, interval pemotongan dapat dilakukan 30-40 hari. Sedangkan ketika musim kemarau interval pemotongan dilakukan 50-60 hari. Hmm menarik ya!

Kelebihan dari rumput ini yaitu dapat bertahan hidup di lingkungan yang kering. Namun kekurangannya yaitu tidak tahan terhadap genangan.

3. Rumput Kolonjono

Rumput kolonjono tumbuh dengan baik di daerah dengan ketinggian yang tidak lebih dari 1200 m diatas permukaan laut dengan curah hujan 1000 mm. Bagaimana ciri morfologi tanaman ini?

Ciri morfologi yang tampak pada rumput kolonjono yaitu sebagai berikut.

  • Tumbuhnya semi tegak sampai tegak
  • Berumur panjang
  • Membentuk hamparan lebat
  • Tinggi hamparan dapat mencapai 30-45 cm
  • Rhizoma pendek
  • Tinggi batang sekitar 30-200 cm
  • Bentuk daun linear
  • Warna daun hijau gelap
  • Bunga berwarna ungu
Rumput Kolonjono

Sumber : indosuplai.com

Rumput ini dapat tumbuh dengan baik apabila ditanam bersama legum atau herba. Kandungan protein kasar pada rumput kolonjono yaitu sekitar 7% dan serat kasar sekitar 35%.

Pembudidayaan rumput ini tergolong mudah karena sama saja dengan budidaya jenis rumput yang lain. Penanaman bisa dilakukan dengan cara stek yang ditanam di lahan yang sudah digemburkan dan diberi pupuk.

Umur panen pertama rumput ini yaitu sekitar 60 hari untuk siap di potong. Rumput ini jugadapat terus menerus tumbuh/dirotasi dengan tinggi pemotongan 20-30 cm, dapat dipanen dengan cara grazing atau sistem cut and carry. Panen yang dihasilkan mencapai 8-20 t/ha/tahun. Kelebihan rumput ini selain dapat untuk penggembalaan dan tumbuh dengan cepat, efektif juga dalam mengatasi erosi tanah pada daerah yang miring. Namun, tanaman yang dihasilkan dari pemanenan rumput ini tergolong rendah dibandingkan dengan jenis rumput gajah.

4. Rumput Odot

Rumput ini mempunyai produksi yang cukup tinggi. Selain itu menghasilkan banyak anakan, mempunyai akar kuat, batang yang tidak keras dan mempunyai ruas-ruas daun yang banyak serta struktur daun yang muda sehingga sangat disukai oleh ternak. Walaupun rumput ini lebih pendek yaitu 1-1,5 m, namun jumlah anakannya lebih banyak yaitu 20-30 batang/rumpun.

Sumber : indosuplai.com

Rumput ini mempunyai produksi yang sangat tinggi. Keunggulan dari rumput ini adalah jumlahnya yang sangat banyak, yakni tiap rumput menghasilkan 50-80 batang. 

Selain itu, rumput odot mempunyai akar yang kuat, batang yang empuk, tidak berbulu, dan mempunyai banyak ruas, serta tingginya hanya sekitar 1,5 m. Oleh sebab itu, rumput odot sangat disukai ternak.

5. Rumput Raja atau King Grass

Rumput ini adalah hasil persilangan P. purpureum (Rumput Gajah) dan P. typhoides dan berasal dari Afrika Selatan. Memiliki ciri-ciri tumbuh membentuk rumpun dan warna hijau tua dengan bagian dalam permukaan daun kasar, tulang daun lebih putih daripada rumput gajah.

Produksi hijauan rumput raja 2 kali lipat dari produksi rumput gajah, mencapai 35 ton rumput per hektar sekali panen atau 200-240 ton rumput segar per hektar setahun.

Sumber : indosuplai.com

Oleh karena itu, rumput raja memiliki kelebihan dari dua jenis rumput yang dikombinasikan. Rumput raja memiliki batang yang lebih besar, namun lebih lunak dibandingkan rumput gajah. Rumput raja juga memiliki daun yang agak kasar, namun bulunya lebih halus. Selain itu, tingginya juga bisa mencapai 4-5 meter. Pertumbuhaannya yang cepat dengan umur yang panjang membuat bayak peternak menjadikan rumput raja sebagai hijauan pakan ternak mereka.

Batang pols bisa diambil dari tanaman muda. Rumput raja memiliki karakteristik tumbuh tegak berumpun-rumpun, ketinggian bisa mencapai kurang lebih 5 m, batang tebal dan keras, daun lebar agak tegak, serta terdapat bulu agak panjang pada daun helaian dekat liguna.

Permukaan daun luas dan tidak berbunga kecuali kalau di tanam di daerah yang dingin.Rumput raja bisa di tanam di daeah yang subur di dataran rendah sampai dataran tinggi, dengan curah hujan tahunan yang lebih dari 990 mm.

Produksi hijauan rumput raja 2 kali lipat dari produksi rumput gajah, yaitu dapat mencapai 35ton rumput segar atau hektar sekali panen atau setara 200-240 ton rumput segar per hektar dalam setahun.

Rumput raja bisa berfungsi untuk mencegah kerusakan tanah akibat erosi yang melanda permukaan tanah akibat dari sapuan air pada musim penghujan.

Itu tadi beberapa jenis rumput yang cocok dan baik untuk dijadikan asupan pakan ternak. Adakah jenis rumpat di atas yang sudah kamu gunakan? Atau adakah jenis tanaman rumput lain yang ingin kamu tanam?

Maka dari itu keberhasilan usaha ternak sapi, kambing dan domba sangatlah bergantung dari ketersediaan pakan hijauan dengan jumlah cukup serta nutrisi yang banyak.

Demikianlah ulasan kami terkait jenis tanaman rumput untuk pakan ternak. Semoga anda menjadi lebih tau tentang banyak manfaat dari  berbagai khasiat yang dikandungnya ?.

Jika anda berminat menanam dan membudidayakan rumput untuk pakan ternak, kami menyediakan bibit rumput odot dan juga bibit rumput raja(king Grass) unggulan untuk menjadi bibit pilihan untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak anda. Info dan Pemesanan Klik Dibawah ini

Pemesanan rumput Odot Kunjungi website kami KLIK DISINI>>

Pemesanan rumput raja King Grass Kunjungi website kami KLIK DISINI>>

Hubungi Kami
Butuh Bantuan?
Hallo,
Ada yang bisa kami bantu?

Deprecated: Return type of Elementor\Core\Logger\Items\Base::jsonSerialize() should either be compatible with JsonSerializable::jsonSerialize(): mixed, or the #[\ReturnTypeWillChange] attribute should be used to temporarily suppress the notice in /home/vallenca/indosuplai.com/wp-content/plugins/elementor/core/logger/items/base.php on line 46