Mulai Menanam Anggrek ? Kenali 6 Media Tanamnya Berikut!

Media tanam anggrek memanglah istimewa ataupun tidak dapat langsung ditanam begitu saja di atas tanah. Apabila kalian lagi berencana menikmati eksotika anggrek, ada baiknya menguasai jenis media tanam yang pas. Kenapa media tanam sangat berarti untuk anggrek? Sebab perihal ini bisa pengaruhi pertumbuhan serta kualitas bunga istimewa ini. Pada media tanam yang pas hendak terdapat bunga yang mempesona. Berikut 6 media tanam yang sesuai untuk bunga anggrek, pelajari plus minusnya saat sebelum memilih supaya tumbuhan kalian berkembang optimal.

  • Sabut kelapa

Sabut kelapa merupakan media tanam anggrek yang sangat umum ditemukan. Banyak yang memilih ini sebab sabut kelapa mempunyai tenaga simpan ataupun tenaga tampung air yang betul- betul baik. Di samping itu, sabut kelapa pula memiliki bermacam faktor hara yang dibutuhkan untuk pertumbuhan anggrek. Tetapi jangan lupa kalau sabut kelapa terbaik untuk anggrek hendaknya berasal dari kelapa yang sudah tua. Dan jangan lupa, saat sebelum digunakan, sabut kelapa hendaknya direndam ke dalam larutan fungisida supaya tidak diserang lumut ataupun serangga. Kemudian hendak ditaruh di area yang kering serta sejuk.

  • Pakis

Pakis sangat sesuai jadi media tanam anggrek. Kelebihan jenis ini ialah karena tidak mudah lapuk, tenaga kuncir air yang baik, serta memiliki drainase yang baik. Rendam terlebih dulu pangkal pakis dengan larutan pupuk NPK saat sebelum memakainya. Pakis yang sesuai untuk anggrek adalah yang berbentuk potongan tetapi yang tidak betul- betul halus. Pakis yang sangat halus malah merangsang kelembaban besar yang membuat pangkal tumbuhan bisa membusuk. Supaya bebas dari hama semut serta serangga, celupkan media pakis ke dalam larutan fungisida serta insektisida.

  • Arang kayu

Kelebihan media tanam arang kayu merupakan kemampuannya mengikat air secara baik. Kelebihan yang lain merupakan tidak mudah lapuk serta tidak mudah ditumbuhi cendawan serta kuman. Media bertabiat buffer yang berarti kesalahan pemupukan( kelebihan dosis pupuk) masih sanggup ditolerir. Tetapi, saat sebelum memakainya, ada baiknya merendam arang kayu dengan larutan pupuk NPK serta larutan fungisida buat menjauhi jamur.

  • Pecahan Genteng

Pecahan genteng pula sesuai buat media tanam anggrek. Media tanam ini umumnya diletakkan di bagian dasar pot( basic pot). Kelebihan media ini merupakan sebagai zona menempel ataupun menempelnya pangkal, memelihara kelembaban dekat pangkal, serta sebagai zona menampung konsumsi air. Pula mempermudah larutan faktor hara yang butuh buat pertumbuhan tumbuhan hias anggrek. Kelebihan yang lain antara lain tidak mudah lapuk serta sistem drainase serta aerasinya mencukupi baik. Cuma saja, media tanam ini mudah ditumbuhi lumut. Jangan takut, jika ini terjadi, lekas menggantinya dengan media tanam baru.

  • Serutan kayu

Kelebihan media tanam serutan serta potongan kayu merupakan sistem aerasi serta drainasenya yang baik, sehingga sesuai buat anggrek. Media ini sangat sesuai buat jenis anggrek terestrial( tipe bunga anggrek tanah). Cuma saja, media ini memiliki kekurangan ialah terbatasnya faktor hara Nitrogen. Proses pelapukan fasilitas ini berlangsung lama karena kayu banyak memiliki senyawa yang susah terdekomposisi, seperti selulosa, hemiselulosa, serta lignin. Oleh karena itu, rendam terlebih dulu serutan serta potongan kayu dengan pupuk urea serta TSP serta larutan pestisida buat hasil terbaik serta penangkalan dari hama.

  • Moss kadaka

Kadaka merupakan jenis tumbuhan marga paku- pakuan, wujudnya menyamai rumput. Moss Kadaka berkembang serta menempel pada batang tumbuhan besar yang terdapat di hutan. Kadaka biasanya dijadikan sebagai media tanam bunga anggrek epifit ataupun terestrial. Dikala lapuk, jaringan tumbuhan ini memiliki faktor hara yang dibutuhkan bunga anggrek. Kelebihan yang lain merupakan media ini bisa mengendalikan kelembapan, biar tidak mudah menjadikan pangkal pada tumbuhan bunga anggrek membusuk. Media ini pula bisa awet dan bisa digunakan buat waktu yang lama. Semacam media tanam yang lain, buat menahan serbuan penyakit, saat sebelum digunakan, hendaknya direndam di dalam larutan fungisida.

Nah, itulah beberapa penjelasan mengenai media tanam bunga anggrek, semoga bermanfaat.

Untuk pemesanan Bibit Bunga Anggrek silahkan klik di Sini =>

Berkebun Anggrek ? Yuk Kenali 4 Jenis Anggrek sesuai Tempat Tumbuh

Berdasarkan pada habitat( tempat tumbuhnya), tumbuhan anggrek dibedakan jadi 4 kelompok sebagai berikut.

  • Anggrek epifit, ialah anggrek yang tumbuh menumpang pada tumbuhan lain tanpa merugikan tumbuhan inangnya serta memerlukan naungan dari cahaya matahari.

Akar anggrek meresap makanan dari air hujan, kabut, serta udara di sekitarnya.

Contoh Cattleya sp. membutuhkan sinar+ 40%, Dendrobium sp. 50–60%, Phalaenopsis sp.+ 30%, serta Oncidium sp. 60– 75%.

  • Anggrek saprofit, ialah anggrek yang tumbuh pada media yang memiliki humus ataupun daun- daun kering, dan memerlukan sedikit sinar matahari.

Jenis anggrek ini tidak mempunyai daun serta klorofil.Sisa organisme yang belum diolah jadi makanannya, misalnya Goodyera sp

  • Anggrek terestrial, ialah anggrek yang tumbuh di tanah serta memerlukan sinar matahari langsung.

Seperti itu karenanya anggrek jenis ini disebut sebagai anggrek tanah.

Akarnya mengambil makanan dari tanah, misalnya Aranthera sp., Renanthera sp., Vanda sp., serta Arachnis sp.

Tumbuhan anggrek terestrial memerlukan sinar matahari 70– 100%, dengan temperatur siang berkisar antara 19– 38 derajat C, serta malam hari 18–21 derajat C.

Sebaliknya buat anggrek jenis Vanda sp. yang berdaun lebar membutuhkan sedikit naungan.

  • Anggrek litofit, ialah anggrek yang tumbuh pada batu- batuan ataupun tanah berbatu, serta tahan terhadap sinar matahari penuh.

Anggrek ini mengambil makanan dari air hujan, udara, humus, serta bagian badannya yang sudah mati, misalnya Paphiopedilum.

Untuk pemesanan Bibit Bunga Anggrek silahkan Klik Di sini =>

Cara Menanam dan Mengeluarkan Anggrek Botol Serta Cara Perawatan Supaya Berbunga Dengan Sempurna

Indosuplai.com

Anggrek adalah tanaman yang dinikmati karena keindahan bunganya yang mampu bertahan dalam waktu cukup lama.  Bunga anggrek sangat eksotik dan dapat digunakan sebagai tanaman hias indoor atau outdoor bahkan untuk bunga potong.

Sumber : indosuplai.com

Pengeluaran bibit anggrek dari dalam botol untuk kemudian dipindahkan dalam pot serin menyebabkan kegagalan perbanyakan. Sewaktu masih di dalam botol bibit anggrek sudah terbiasa manja dengan makanan yang sudah tersedia. Pada saat dikeluarkan, bibit-bibit anggrek ini harus berjuang sendiri membuat makanan, kadan-kadang inilah yan membuat shock bai tanaman anggrek yang mulai beranjak dewasa. Banyak persiapan yang harus dilakukan sebelum kita memindahkan bibit angrek ke dalam pot, agar bibit anggrek ini bisa melanjutkan kehidupannya, sehat dan subur seperti waktu masih ada dalam botol.

I. Penanaman Bibit dalam Kompot
Pemindahan bibit anggrek dari dalam botol ke dalam pot komuniti atau pot kelompok bertujuan untuk bibit dapat hidup bersama dan bibit anggrek menjadi kuat dalam menghadapi suasana lingkungan yang baru.
Adapun langkah-langkah penanaman bibit anggrek dalam kompot ini adalah sebagai berikut :

A. Mempersiapkan bibit

  • Botol dibuka dan diisi dengan air ledeng, dalam keadaan botol yang penuh air.

Kemudian dengan menggunakan kawat yang ujungnya dibengkokkan bibit anggrek dikait dan dikeluarkan akarnya terlebih dahulu.Bibit anggrek botolan dan peralatan yang dibutuhkan untuk meneluarkan bibit anggrek botolan

Mengeluarkan bibit anggrek dari botol.

.
  • Bibit anggrek yang telah keluar dari botol langsung di taruh kedalam baskom

bibit kemudian dicuci bersih terutama disekitar perakarannya supaya sisa-sisa medium yang menempel bersih semua. Jika masih ada sisa-sisa media akan mudah terserang jamur. Bibit angrek yang sudah bersih direndam di dalam air yan bercampur fungisida kuran lebih selama 10 menit. Sebagai fungisida dapat diunakan larutan Dipthane M-45 antara 1 – 1,5 gram per liter, untuk mencegah pertumbuhan jamur. Atau selain dengan Dipthane M-45 bibit anggrek bisa juga dengan cara lain yaitu bibit anggrek direndam dalam larutan bayclean 0,1 % selama 15 menit. Bayclean berfungsi sebagai pengganti bakterisida dan fungisida. Akar-akar dan daun yang mati juga dipotong dengan cutter atau gunting yang tajam.
.
Bibit anggrek dibersihkan dari sisa-sisa yang menempel pada akar
.
Bibit anggrek direndam dalam larutan bayclean 0,01 %
Larutan bayclean 0,01 % dibuang dari tempat bibit anggrek
.
  • Bibit anggrek kemudian dikumpulkan di atas kertas Koran dan dikelompokkan menurut besar kecilnya bibit.

Bibit dikeringkan selama 1 hari, tidak boleh terkena sinar matahari langsung dan dijaga jangan sampai terkena air hujan.
Tujuan mengangin-anginkan adalah untuk menghilangkan air yang berlebihan menempel pada bibit, sehingga dapat mencegah berkembang biaknya jamur dan bakteri. Permukaan bibit yang sudah kering juga memungkinkan menutupnya luka akibat pencucian. Dari segi fisiologis proses pengangin-anginan ini juga bermanfaat sebagai adaptasi terhadap lingkungan baru yang kelembabannya relatif lebih rendah dibandingkan di dalam botol.

Bibit anggrek ditiriskan di kertas agar kering

.

B. Mempersiapkan isian pot

Isian pot untuk bibit dapat bermacam-macam, misalnya : akar pakis, lumut (moss chile), sabut kelapa dan lain-lain. Bahan isian pot dicuci bersih dan selanjutnya direndam dalam larutan bayclean 0,1 % selama ½ jam. Kemudian setelah itu disterilkan dengan jalan mengukus dalam dandang selama 1 – 1,5 jam. Isian pot yang telah steril ini selanjutnya dicincang dan direndam dalam larutan pupuk NPK 2 gram per liter. Untuk yang menggunakan sabut kelapa, dipilih yang sudah cukup tua, dikuliti hingga tinggal dabutnya saja. Sabut dipukul-pukul dengan pemukul dari kayu sehingga agak terpisah-pisah, kemudian dipotong-potong sepanjang 5 cm dan diikat dengan tali raffia.
Isian pot yang lain (diletakkan pada dasar pot) adalah pecahan batu bata, arang kayu atau potongan gabus kira-kira 1/3 tinggi pot. Bahan-bahan pecahan batu bata, arang kayu atau potongan gabus berguna untuk menarik air yang berlebihan di dalam pakis atau sabut kelapa pada waktu disiram.
.

Bibit anggrek dalam pot

..

C. CARA MENANAM BIBIT BUNGA ANGGREK

1. Ambil satu bibit anggrek dan seikat sabut kelapa. Sabut disingkap jadi 2 dan akar dari bibit diletakkan ditengahnya kemudian sabut kelapa ditutup kembali, sehingga akarnya akan terjepit. Sabut kemudian diikat kembali. Harap diperhatikan yang dijepit adalah akarnya saja jangan sampai batangnya ikut terjepit, karena kalau ini sampai terjadi maka akan menyebabkan busuknya bibit anggrek.
2. Siapkan pot anggrek, pot diisi dengan pecahan batu merah, atau arang kayu, atau potongan gabus kuran lebih 1/3 bagian pot. Bibit yang telah ditanam dalam sabut kelapa disusun sebaik-baiknya di dalam pot dan disusun supaya ukurannya sama besar. Cara lain adalah tidak menggunakan pot anggrek akan tetapi menggunakan baki plastic. Bibit anggrek yang sudah ditanam dalam sabut kelapa disusun sebaik-baiknya dalam baki plastic yang berlubang-lubang.
Kompot yang penuh berisi bibit anggrek siap ditempatkan di tempat bibit untuk pemeliharaan selanjutnya.
Perawatan bibit selanjutnya.
Perawatan bibit selanjutnya dalam kompot perlu mendapat perhatian yang khusus. Petunjuk-petunjuk yang perlu mendapat perhatian adalah :
.
  • Penempatan

Tempat yang dipilih untuk menempatkan bibit anggrek dalam kompot harus cukup cerah, tetapi bukan sinar matahari langsung. Sinar matahari yang baik adalah pagi hari jam 06.00 sampai jam 10.00. Tempat ini tidak boleh terkena siraman air hujan. Bila bibit anggrek ditempatkan di daerah yang tidak terkena sinar matahari, tanaman tidak dapat berfotosintesis dan hanya menggunakan persediaan makanan dalam tubuhnya yang hanya sedikit. Pada saat persediaan tersebut habis maka bibit anggrek akan mati secara serentak. Dan hal ini dapat terjadi antara 7 – 10 hari pertama. Dan sebaliknya bila ditempatkan di tempat yang terlalu banyak cahaya sinar matahari maka akan menghanguskan bibit anggrek.
.
  • Kelembaban

Bibit anggrek dalam kompot masih suka kelembaban yang tinggi, jadi harus diusahakan untuk menciptakan lingkungan yang berkelembaban tinggi, misalnya dengan penyiraman. Penyiraman pada bibit anggrek dilakukan secara rutin dilakukan setiap 2 hari sekali dan penyiraman harus menggunakan sprayer. Sedangkan lingkungan disekitarnya (bukan pada potnya) bisa disiram dengan selang. Penyiraman ini sangat tergantung pada musim, jika musin hujan penyiraman cukup pada bibit anggreknya saja dengan spayer. Ada kontradiksi mengenai hal ini, yaitu siraman banyak berarti memberi kesempatan bakteri dan jamur untuk tumbuh subur.
.
  • Pemupukan

Bibit anggrek membutuhkan pupuk majemuk NPK yang kadar N nya terbesar, misalkan saja NPK 60:30:10. Pupuk lain yang dianjurkan adalah fish emultion, pupuk yang sekarang banyak dijual misalnya saja Gandasil, Hyponex, Gaviota, Peters, Trimogen, Dekastar, Grinsilt, dan lain sebagainya. Pemupukan dilakukan setelah bibit berumur kurang lebih 7 hari dengan dosis setengah dari yang dianjurkan, satu minggu dua kali. Setelah bibit cukup besar pemupukan dapat dilakukan dengan dosis penuh sesuai anjuran.
.
  • Pengendalian hama penyakit.

Dilakukan bilamana diperlukan. Salah satunya dengan cara memberikan fungisida sekitar 1 minggu atau 2 minggu sekali.
Compot ini sebaiknya diletakkan di dalam rumah kaca atau green house terlebih dahulu sampai keadaannya menjadi lebih stabil dan tanaman sudah dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan baru.

 

Sumber : indosuplai.com

Demikian cara menanam anggrek yang dapat terbukti membuat bunga anggrek lebih cepat dan lebih bagus.

Semoga artikel berikut dapat membantu anda untuk membudidayakan dan merawat bunga anggrek dengan baik ? .

Anda berminat menanam dan membudidayakan bungga anggrek , kami menyediakan bibit bungga anggrek unggulan untuk menjadi bibit pilihan untuk bunga anggrek anda. Info dan Pemesanan Klik Dibawah ini

Kunjungi website kami KLIK DISINI>>

Hubungi Kami
Butuh Bantuan?
Hallo,
Ada yang bisa kami bantu?